Praktikum uP&uC M3


Nama : Nanda Zahril pisya 
Nim : 2310953030
Kelompok : 017

 

MODUL 3

COMMUNICATION

1. Pendahuluan [Kembali]

Pada percobaan pertama, dirancang suatu sistem Smart Entry Indicator berbasis mikrokontroler yang memanfaatkan sensor PIR (Passive Infrared) sebagai input utama untuk mendeteksi pergerakan objek secara otomatis. Sistem ini menggunakan sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan aktivitas di area pemantauan. Nucleo G474RE berperan sebagai pusat pengolah data utama yang memproses sinyal digital dari sensor. Data hasil deteksi kemudian dikirimkan melalui protokol komunikasi (UART) serial ke STM32 Blue Pill, yang bertindak sebagai unit output untuk menyalakan lampu indikator dan buzzer. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memahami konsep komunikasi antar-mikrokontroler, pengolahan sinyal interupsi dari sensor gerak, serta implementasi logika kontrol terdistribusi.

2. Tujuan [Kembali]

  1. Memahami cara penggunaan protokol komunikasi UART, SPI, dan I2C pada Development Board yang digunakan

  2. Memahami cara penggunaan komponen input dan output yang berkomunikasi secara UART, SPI, dan I2C pada Development Board yang digunakan

3. Alat dan Bahan [Kembali]

    1. STM32G474RE

Microcontroller

STM32G474RE (ARM Cortex-M4F)

Operating Voltage

3.3 V

Input Voltage (recommended)

5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN

Input Voltage (limit)

4.5 15 V (VIN board Nucleo)

Digital I/O Pins

±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi)

PWM Digital I/O Pins

Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high-resolution timers)

Analog Input Pins

Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling)

DC Current per I/O Pin

Maks. 20 mA per pin (disarankan 8 mA)

DC Current for 3.3V Pin

Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya)

Flash Memory

512 KB internal Flash

SRAM

128 KB SRAM (termasuk CCM RAM)

Clock Speed

Hingga 170 MHz

    2. STM32F103C8

Microcontroller

ARM Cortex-M3

Operating Voltage

3.3 V

Input Voltage (recommended)

5 V

Input Voltage (limit)

2 3.6 V

Digital I/O Pins

32

PWM Digital I/O Pins

15

Analog Input Pins

10 (dengan resolusi 12-bit ADC)

DC Current per I/O Pin

25 mA

DC Current for 3.3V Pin

150 mA

Flash Memory

64 KB

SRAM

20 KB

EEPROM

Emulasi dalam Flash

Clock Speed

72 MHz


    3. PIR Sensor





   

Parameter TeknisSpesifikasi / Nilai
Tegangan Operasi (VCC)4.5V hingga 20V DC (Disarankan menggunakan 5V)
Konsumsi Arus (Standby)Sangat rendah (< 50 µA)
Sinyal OutputDigital (HIGH = 3.3V, LOW = 0V)
Jarak Deteksi Maksimal3 meter hingga 7 meter (Dapat diatur)
Sudut Deteksi (Viewing Angle)< 110° (Berbentuk kerucut / cone)
Waktu Tunda (Delay Time)0.3 detik hingga ~5 menit (Dapat diatur)
Waktu Blokade (Blockade Time)~2.5 detik (Waktu sensor "buta" setelah sinyal LOW)
Suhu Operasi-15°C hingga +70°C
Dimensi Modul~32 mm x 24 mm
LensaLensa Fresnel (Kubah putih bertekstur)

    4. LED

Parameter TeknisSpesifikasi / Nilai
Arus Operasi Normal ($I_f$)10 mA – 20 mA (Sangat disarankan beroperasi di ~15mA)
Arus Puncak Maksimal~30 mA (Lebih dari ini LED bisa terbakar/putus)
Tegangan Maju ($V_f$) - Merah / Kuning1.8V – 2.2V DC
Tegangan Maju ($V_f$) - Hijau / Biru / Putih3.0V – 3.4V DC
Tegangan Balik Maksimum ($V_r$)~5V DC (Batas aman jika polaritas terbalik)
Sudut Pandang Cahaya (Viewing Angle)

15° hingga 30° (Tipe clear/transparent)


~60° (Tipe diffused/doff)

Identifikasi Polaritas (Kaki)Kaki panjang = Anoda (+), Kaki pendek / sisi rata = Katoda (-)
    5. OLED 12C

Parameter TeknisSpesifikasi / Nilai
Ukuran Layar0.96 Inci (Diagonal)
Resolusi Pixel128 x 64 pixel (Ada juga varian 128x32)
IC Driver / KontrolerSSD1306 (Sangat umum) atau SH1106 (Biasanya untuk ukuran 1.3 inci)
Antarmuka KomunikasiDigital I2C (Hanya butuh 2 kabel data)
Tegangan Operasi (VCC)3.3V hingga 5V DC
Tegangan Logika I/O3.3V (Kompatibel dengan ESP32/STM32) dan 5V toleran
Konsumsi Arus~15 mA hingga 25 mA (Tergantung jumlah pixel yang menyala)
Sudut Pandang (Viewing Angle)Sangat lebar (> 160 derajat)
Warna Tampilan

Monokrom (Putih murni atau Biru murni)


Tersedia juga tipe bi-color (Seperempat atas Kuning, sisanya Biru)

Suhu Operasi-40°C hingga +85°C
Dimensi Modul~27 mm x 27 mm x 4 mm



    6. Resistor


4. Dasar Teori [Kembali]

1.3.1 UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter) 

 UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter) adalah bagian perangkat keras komputer yang menerjemahkan antara bit-bit paralel data dan bit-bit serial. UART biasanya berupa sirkuit terintegrasi yang digunakan untuk komunikasi serial pada komputer atau port serial perangkat periperal. Cara Kerja Komunikasi UART

1.3.2 I2C (Inter-Intergrated Circuit)
 Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data antara I2C dengan pengontrolnya. Cara Kerja Komunikasi I2C
Pada I2C, data ditransfer dalam bentuk message yang terdiri dari kondisi start, Address Frame, R/W bit, ACK/NACK bit, Data Frame 1, Data Frame 2, dan kondisi Stop. Kondisi start dimana saat pada SDA beralih dari logika high ke low sebelum SCL. Kondisi stop dimana saat pada SDA beralih dari logika low ke high sebelum SCL. R/W bit berfungsi untuk menentukan apakah master mengirim data ke slave atau meminta data dari slave. (logika 0 = mengirim data ke slave, logika 1 = meminta data dari slave) ACK/NACK bit berfungsi sebagai pemberi kabar jika data frame ataupun address frame telah diterima receiver. 1.3.3 SPI (Series Peripheral Interface) Serial Peripheral Interface (SPI) merupakan salah satu mode komunikasi serial synchronous berkecepatan tinggi yang dimiliki oleh STM32F407VGT6 dan Raspberry Pi Pico. Komunikasi SPI membutuhkan 3 jalur utama yaitu MOSI, MISO, dan SCK, serta jalur tambahan SS/CS. Melalui komunikasi ini, data dapat saling dikirimkan baik antara mikrokontroler maupun antara mikrokontroler dengan perangkat periferal lainnya.
 • MOSI (Master Output Slave Input)
 Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MOSI berfungsi sebagai output. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MOSI berfungsi sebagai input. • MISO (Master Input Slave Output)
 Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MISO berfungsi sebagai input. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MISO berfungsi sebagai Output
• SCLK (Serial Clock)
 Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin SCLK bertindak sebagai output untuk memberikan sinyal clock ke slave. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin SCLK berfungsi sebagai input untuk menerima sinyal clock dari master. 
 • SS/CS (Slave Select/Chip Select)
 Jalur ini digunakan oleh master untuk memilih slave yang akan dikomunikasikan. Pin SS/CS harus dalam keadaan aktif (umumnya logika rendah) agar komunikasi dengan slave dapat berlangsung 
Cara Kerja Komunikasi SPI
    Sinyal clock dialirkan dari master ke slave yang berfungsi untuk sinkronisasi. Master dapat memilih slave mana yang akan dikirimkan data melalui slave select, kemudian data dikirimkan dari master ke slave melalui MOSI. Jika master butuh respon data maka slave akan mentransfer data ke master melalui MISO.

 A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG 
 1. STM32 NUCLEO G474RE 
 1. RAM (Random Access Memory) RAM (Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel, buffer data, stack, dan heap. 
 2. Memori Flash Eksternal STM32 NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6 dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data dan program tetap tersimpan meskipun catu daya dimatikan.
 3. Crystal Oscillator STM32 NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral. 
 4. Regulator Tegangan Untuk memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output): Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka input dan output digital yang fleksibel 
 2. STM32 
 1. RAM (Random Access Memory) STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.
 2. Memori Flash Internal STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal. 
 3. Crystal Oscillator STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya.
 4. Regulator Tegangan STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V. 
 5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output) STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.
1.4.2 STM32 F103C8 
 1. RAM (Random Access Memory) STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.
 2. Memori Flash Internal STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media penyimpanan eksternal. 
 3. Crystal Oscillator STM32F103C8 menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen lainnya. 
 4. Regulator Tegangan STM32F103C8 memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V hingga 3.6V.
 5. Pin GPIO (General Purpose Input/Output) STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED, serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS